Postingan

Menampilkan postingan dengan label Love Is

Cinta Bisa untuk Siapa Saja

Gambar
Bagi mahasiswa semester muda seperti aku, tentunya keinginan mencoba banyak organisasi dan kegiatan sangatlah menggebu. Terlebih suasana, atmosfer dan keadaan kampus jaman now memang mendukung mahasiswa-mahasiswanya untuk selalu bergerak aktif, produktif dan tidak melulu menjadi mahasiswa kupu-kupu. Begitu juga denganku. Mungkin aku adalah salah satu dari beberapa yang masih mikir-mikir lagi untuk mengikuti banyak organisasi mengingat waktu, tugas dan kepentingan-kepentingan kuliah yang juga sama padatanya. Tapi hal ini tidak menghalangi diriku untuk mengikuti barang satu dua organisasi atau kegiatan diluar kampus. Sebelum sukses gabung dalam kepanitiaan HDI 2017 di HMP PLB, aku terlebih dahulu mencoba mengikuti satu kegiatan organisasi diluar kampus. Organisasi ini tentunya masih satu jalan dengan apa yang aku pelajari di perkuliahan sehari-hari. Saat itu, aku mendapat informasi tentang pembukaan relawan pendamping untuk acara ITMI (Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia) Solo dalam...

Keputusan

Gambar
  Andai aku bisa melihat matamu saat ini, atau andai aku bisa mendengar suaramu sat ini, aku akan memperjelas dan membuat keputusan dengan tepat sekarang. Hanya andai saja Jikapun tidak, bagaimanapun juga semua ini harus diperjelas. Bukankah begitu? Aku lelah menghadapi dugaan-dugaan yang sebetulnya memang aku yang telah menciptakannya. Beban diri tentang tanggungjawab, soal rasa, kepekaan, kepedulian, bisakah aku melepaskannya? Meski harus satu per satu? Aku tahu tidak akan semudah itu. Dan tidak akan bisa semuanya dilepaskan meski satu per satu. Karena hakekatnya kenangan itu, bagaimanapun caranya tidak akan pernah bisa sepenuhnya dibuang begitu saja. Memori humor, kebahagiaan, kepercayaan, sebagian besar ada dalam kenangan “kita” dan tidak semudah itu menghapusnya. Kita sudah dewasa Bagaimanapun juga kita sudah dewasa, bukan lagi anak secara hukum ataupun segala jenis norma yang ada. Mestinya sudah memahami apa yang mesti dilakukan saat aku atau...

Ambigu

Gambar
  Katamu kita itu mesti nganu biar kelihatan lebih bisa menerima kenyataan. Kenyataan yang mana? Toh, kata “kelihatan” itu tidak menggambarkan sesuatu yang bisa diterima seutuhnya. Semu. Kalo bisa, melakukan sesuatu itu harus tuntas. Nggak ambigu, antara iya betulan atau tidak betulan. Kok gitu? Ya gitu, karena sesungguhnya kita itu cuma dikasih pilihan dua: iya atau tidak atau muaranya surga atau neraka. Tidak ada posisi ditengah-tengah keduanya.    Pun soal kehidupan rasa kita. Hindarilah kata “aku bakal nunggu kamu, beberapa tahun lagi bla bla bla…” atau sejenisnya. Siapa yang tahu persis soal jodoh? Hari ini bisa saja kamu mengatakan hal itu pada seseorang, bagaimana dengan beberapatahun selanjutnya? Bisa jadi kamu menemukan seseorang yang lebih baik dari doi, atau doi yang menemukan seseorang yang bisa jadi lebi baik darimu menurutnya. Janjinya? Ambigu.   Siapa yang menjamin bahwa beberapa tahun kemudian kamu akan bertahan deng...

Pacaran?

Gambar
Cinta? Suka? Sayang? Jatuh cinta? Galau? Patah hati? "Aku galau, As.." "Aku harus gimana, As? Dia nyebelin. Cuek." "Aku lagi suka sama seseorang, As.." "Astriii.. Tolongin aku." "Aku lagi seneng nih, As.." "Cintaku bertepuk sebelah tangan, As.." "Astri sendiri gimana?" pfffttt -_- Astri nge post soal cinta? Haahah lebay juga. Ngga lah ya. Sebagai remaja yang normal, aku juga masih bisa ngerasain hal-hal seperti ini. Apa lagi ini kan emang masanya yang beginian? :v *ups* Eits jangan salah paham dulu guys.. Ini masih dalam jangka yang normal-normal aja. Ngomong-ngomong soal cinta, sebenernya aku termasuk manusia remaja yang biasa aja. Biasa gimana? Yaaa maksdunya ngga terlampau galau-galau gitu deehh~ Lagian semuanya masih aku alami di ambang batas normal. Jadi nggak akut. Kalo kalian belum selesai baca ini tapi udah su'udzan lebih baik tinggalin page ini ya :v bukan apa-apa aku ngga suka aja di su...