Pulang
Tiga tahun dengan rute perjalanan yang sama setiap harinya, Kebumen-Gombong via minibus, kurang lebih satu jam perjalanan, tidak lantas membuatku aku merasa bosan. Aku mulai merindukannya sekarang. Kenapa? Sebab ada banyak sekali hal-hal yang aku alami dalam perjalanan ‘pulang’ itu// Dengan selalu menahan rasa, aku memaksa tubuh dan hati ini untuk pulang ke tempatnya. Memang tidak lantas membuat keduanya membaik, tapi setidaknya aku tetap bisa membawa sedikit dari keikhlasan mereka// Aku lebih suka menahannya, meski seringkali ketika kaki ini belum menapakkan diri didepan rumah dan aku sudah lebih dulu menyerah. Baiklah, aku mengakuinya. Itu sudah tidak bisa dihitung dengan jari// Bagiku, melepaskannya sedikit karena sudah tidak mampu ‘membawanya’ pulang adalah hal yang cukup sulit. Aku tidak sendiri dalam perjalanan pulang. Selalu ada banyak orang asing dikanan kiriku. Dalam satu hal itu merugikanku, karena betapa memalukannya melakukan itu dihadapan orang-or...







Komentar
Posting Komentar
Terima kasih